PERANCANGAN
GAME UNTUK ANAK-ANAK “PETUALANGAN PEPEN” DENGAN
MACROMEDIA FLASH
OLEH :
NAMA : Faiz Abdullah
NIM : 15.61.0073
JURUSAN : BCIT-02
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2015 /2016
Abstract
Game
Petualangan Pepen merupakan suatu aplikasi yang berguna membantu proses
pembelajaran bagi anak-anak dan sekaligus sebagai sarana hiburan yang dapat
mengembangkan kreatifitas anak dalam berfikir. Game ini memiliki beberapa
permainan yang membutuhkan suatu ketrampilan serta ketelitian dalam
memainkanya.
Kata Kunci :
Game petualangan, pembelajaran, anak
Pendahuluan
Perkembangan teknologi komputer sangat berpegaruh terhadap perkembangan game,
dimana perubahannya akhir-akhir ini makin pesat berkembang. Game-game baru ini
pun sangat membawa pengaruh bagi para pecinta game untuk memodifikasi komputer
menjadi sebuah komputer game yang sangat canggih. Sebuah komputer memang tidak
akan sempurna bila tanpa game. Hal tersebut menggambarkan keadaan saat ini dimana
hampir setiap komputer sudah memiliki game. Memainkan game di komputer memang
sangat menyenangkan. Namun demikian, akan lebih menyenangkan lagi bila berhasil
membuat game dan kemudian melihat orang lain memainkanya. Pada dasarnya game
diciptakan sebagai sarana hiburan saja tetapi akan lebih baik jika game
diciptakan sebagai sarana belajar supaya
anak-anak bisa lebih kreatif dalam berfikir.
1 STMIK AMIKOM Yogyakarta, Yogyakarta 2 STMIK AMIKOM Yogyakarta,
Yogyakarta
Pembahasan
Game ini dibuat untuk diimplementasikan pada PC (Personal Computer) dengan
sifat offline. Script yang digunakan adalah ActionScript 2 yang terdapat dalam
paket Macromedia Flash 8. Tahap desain
terdiri dari dua tahapan, yaitu pertama perancangan game, kedua perancangan
karakter dan ketiga perancangan storyboard dan naskah. Perancangan game meliputi: a) Cerita:
Menggambarkan perjalanan seorang anak dari mulai bangun tidur, berangkat ke
sekolah sampai pulang sekolah. Dalam perjalananya banyak sekali aksi yang
terjadi. Dari mulai naik sepeda, belajar di sekolah sampai pada misi
penyelamatan bumi karena mahluk asing atau alien yang ingin menguasai bumi; b)
Bahasa yang digunakan: Bahasa Indonesia; c) Tokoh utama: Pepen; d) Tokoh lain: Pak Guru, Rio, Alien dan Robot;
e) Lingkungan latar belakang: Sebuah kota; f) Input dari user: Mouse dan
keyboard; g) Lebar dimensi game : 800x600 pixel; h) Konsep cara bermain:
Terdapat banyak permainan dalam game ini, namun karena ini adalah game petualangan
maka konsep cara bermainnya adalah dengan mengikuti alur dari ceritanya dan
diakhiri dengan penilaian berdasarkan score dan waktu. Karakter dalam game ini
dirancang lima karakter, yaitu Pak Guru, Rio, Pepen, Alien dan Robot, yang
dapat dilihat dalam gambar berikut.
Gambar
1 Karakter Pak Guru, Rio, Pepen, Alien
dan Robot
Selanjutnya
adalah perancangan storyboard dan naskah. Tahap ini sangat membantu dalam
menyusun frame by frame pembuatan game. Dengan adanya storyboard akan lebih
mudah untuk menentukan posisi yang tepat dan jika terjadi suatu kesalahan akan
segera diketahui dan diperbaiki. Sedangkan naskah di sini berfungsi untuk
menghilangkan kesan monoton pada game sebelum game dimainkan. Dengan adanya
dialog antar karakter, bahkan dialog antara karakter game dan user akan lebih
menarik user untuk menikmati game dan lebih mudah untuk memahami apa yang
disampaikan di dalamnya. Dengan kata lain, naskah ini berguna untuk sarana
komunikasi antar karakter maupun antara karakter dengan user. Berikut adalah
penggalan storyboard.
Gambar
2 Storyboard Game Petualangan Pepen
Pendekatan
lainnya, di samping storyboard, adalah melengkapi dengan flowchart game yang
akan menunjukkan gambaran umum alur game. Secara umum game ini memiliki tiga
tahap, yaitu
tahap intro atau cerita, permainan inti, dan penutup. Tahap intro atau cerita
berisi mengenai suatu cerita yang berfungsi untuk menghubungkan antara game
satu dengan game lainya, tahap permainan inti merupakan tahap dimana user
memainkan game, sedangkan tahap penutup adalah tahap akhir dimana game sudah
selesai dimainkan oleh user.
Gambar
3 Flowchart Game Petualangan Pepen
Selanjutnya
dibuat rancangan yang lebih terperinci dalam tiap halaman game. Halaman game
terdiri dari dua tampilan, yaitu pertama yang merupakan awal dari memulai
permainan, dan kedua merupakan permainan itu sendiri. Terdapat enam game yang
dimainkan ini, yaitu: a) Game pertama,
memilih baju. Di sini user diajak memilih baju yang mana yang cocok
dipakai untuk pergi kesekolah. b) Game kedua, berangkat sekolah naik sepeda. Di
sini user disuruh mengendalikan sepeda untuk mengantar Pepen ke sekolah.
Apabila energi habis karena tertabrak mobil maka Pepen akan terlambat ke
sekolah. c) Game ketiga, menghafal huruf. User diajak menghafal huruf dengan
cara memilih huruf menggunakan mouse dan meng-klik untuk mengetahui huruf apa
yang dipilih. d) Game keempat, ketangkasan mencari huruf yang cocok pada kata-kata di atasnya.
Terdapat waktu untuk mengukur berapa lama user dalam mencari huruf -huruf
tersebut. e) Game kelima, berantem. Di sini user akan memulai game berantem
jika memilih “ya”. Dalam game ini dimaksudkan supaya user mengetahui akibat
atau hukuman dari berantem. f) Game keenam, melawan UFO. Di sini user
mengendalikan Robot untuk melawan UFO dalam misi penyelamatan bumi. Menang atau
kalahnya robot tergantung user dalam memainkanya. Berikut beberapa cuplikan
tampilan masing-masing game..
- Tampilan
game memilih baju
- Tampilan
game naik sepeda
- Tampilan
game menghafal huruf
- Tampilan
game mencari huruf
- Tampilan
game berantem
- Tampilan
game melawan UFO Gambar 4 Rancangan
tampilan game
Selanjutnya
dalam tahap produksi aplikasi game yang menggunakan Macromedia Flash 8
disiasati dengan penyusunan layer dan MovieClip. Layer berguna untuk mengatur
kedudukan objek mana yang berada paling atas atau paling bawah. Dalam game ini
disediakan beberapa layer untuk beberapa keperluan, yaitu mulai dari yang
paling atas: a) Layer Sound, untuk menempatkan backsound suara dan soundefect;
b) Layer Action, untuk menempatkan ActionScript pada tiap layer; c) Layer
Judul, untuk menempatkan judul pada halaman pertama; d) Layer Tombol, untuk
menempatkan button atau tombol –tombol pada tiap frame yang saling
menghubungkan frame satu dengan frame yang lainnya; e) Layer Karakter, untuk
menempatkan posisi masing –masing karakter; f) Layer Background, untuk
menempatkan beberapa latar belakang dalam game ini.
Kemudian
pada pembuatan MovieClip sebagian besar dibuat dengan dua cara, yaitu dengan
memasukkan gambar mentah ke dalam scene. Sketsa yang masih mentah ini dijadikan
Guide Layer, kemudian tinggal ditiru , diwarnai lalu dikonversi menjadi sebuah
symbol. Dan cara kedua adalah dengan cara mengimport file gambar .jpeg atau
.png ke dalam scene lalu gambar dikonversi menjadi gambar vector dengan cara
Trace Bitmap. Setelah dikonv ersi menjadi gambar vector, gambar ini diedit
sedemikian rupa, setelah itu dikonversi lagi menjadi symbol MovieClip atau
dieksport menjadi file .png. Secara umum terdapat dua MovieClip, yaitu pertama
MovieClip karakter diantaranya yaitu MovieClip Pepen, MovieClip Rio, MovieClip
Pak Guru, MovieClip Alien dan MovieClip Robot; dan kedua MovieClip pendukung
yang terdiri dari beberapa model yang nantinya akan dimasukkan ke dalam game,
seperti MovieClip memilih baju, MovieClip asap, MovieClip mobil, MovieClip
jalan, MovieClip huruf, MovieClip UFO, dan MovieClip tenaga. Selanjutnya adalah pembuatan interaksi game.
Game identik dengan sebuah gerakan baik itu gerakan otomatis maupun gerakan
yang diperintah dengan menggunakan keyboard atau sejenisnya. Kedua gerakan
tersebut menjadi dasar dalam pembuatan game “Petualangan Pepen” meskipun ada
sedikit penambahan di dalamnya seperti tes tumbukan dan bar energi yang
berfungsi sebagai indikator suatu peristiwa. Gerakan otomatis dalam game ini
cenderung menggunakan gerakan otomatis dengan animasi frame. Adapun salah satu
contoh adalah gerakan UFO dengan Motion Guide.
Gambar 5
Lintasan UFO dan Robot
Selain itu
terdapat gerakan menggunakan Keyboard antara lain game sepeda, game berantem,
dan game melawan UFO. Action
script yang
digunakan untuk memerintah obyek dengan keyboard pada dasarnya adalah sama.
Sebagai contoh pembuatanya di ambil dari obyek Robot dalam game melawan UFO.
Script yang digunakan adalah sebagai berikut.
onClipEvent
(enterFrame){ if(Key.isDown(Key.UP)){ _y-=5; } if(Key.isDown(Key.DOWN)){ _y+=5;
} if(Key.isDown(Key.LEFT)){ _x-=5; } if(Key.isDown(Key.RIGHT)){ _x+=5; } }
Variasi
interaksi lain yang sering dipakai dalam game adalah tumbukan atau tabrakan,
contohnya tabrakan antara peluru dan pesawat musuh, tabrakan antara karakter
dengan senjata musuh, dan sebagainya. Action script yang dipakai untuk
mendeteksi tumbukan adalah hit Test(_root.Nama instansi movie clip yang akan
ditabrak).
Gambar 6
Posisi robot, UFO dan bar energi
Action
script pada MovieClip Robot sebagai berikut.
onClipEvent
(load) { life = 100; mati = 0; } onClipEvent (enterFrame) { if
(life<=0) { life = 1; mati = 1;
} }
Action
script pada MovieClip Musuh sebagai berikut.
onClipEvent
(enterFrame){ if(hitTest(root.robot)){
_root.robot.life -=5;} }
Action
script pada MovieClip energi sebagai berikut.
onClipEvent
(enterFrame) { if
(_root.robot.life>=0) { _xscale =
_root.robot.life; } }
Kemudian
dari hasil ujicoba game pada beberapa pengguna didapatkan hasil sebagai
berikut. Dari segi ide cerita game sebagian besar pengguna (100%) menganggap
sangat baik. Lalu dari segi desain tampilan game sebagian besar (50%)
menganggap baik. Dari segi kandungan materi pembelajaran dalam game sebagian
besar (50%) menganggap baik. Kemudian dari
segi kemudahan
pengoperasian
game sebagian besar (100%) menganggap mudah. Dan dari segi kemudahan penggunaan
keyboard sebagian besar (66%) menganggap sulit. Dan dari semua segi di atas
maka dapat dikatan bahwa game ini layak dan dapat diterima oleh anak-anak,
walaupun terdapat kesulitan dalam penggunaan keyboard.
Kesimpulan Dari hasil pengujian game “Petualangan
Pepen” melalui komentar yang telah diisi oleh anak-anak, maka game tersebut
dikatakan lebih user friendly, lebih menarik dan lebih informatif. Dengan
menggunakan game sebagai media pembelajaran, anak-anak akan lebih mudah
menyerap nilai yang terkandung di dalamnya. Dengan menyimpan game dalam sebuah
CD yang dibuat Autorun Executable akan mempermudah anak-anak dalam menjalankan
game tersebut.
Daftar
Pustaka
Hasanudin
dan Noviyanto Fiftin, 2002, Pemrograman ActionScript dengan Flash 5 dan
Aplikasinya, Andi Offset, Yogyakarta.
Suyanto, M,
2003, MULTIMEDIA Alat Untuk Meningkatkan Keunggulan Bersaing, Andi Offset,
Yogyakarta.
Suyanto, M,
2004, Analisis dan Desain Aplikasi Multimedia untuk Pemasaran, Andi Offset,
Yogyakarta.
Wandah, W,
2006, Membuat Game dengan Macromedia Flash, Andi Offset, Yogyakarta.
_______, History Of Game , (online),
http://unnes.ac.id/forum_unnes/ index.php?topic=558.0, diakses 4 November
2008)