Saat ini lingkungan bisnis berubah semakin dinamis.
Perubahan-perubahan lingkungan bisnis tersebut terjadi begitu cepat. Keberadaan
internet dan penggunaan teknologi informasi dalam bisnis telah memangkas waktu
dalam memperoleh informasi. Aktivitas-aktivitas bisnis seperti merger, akuisi
maupun ekspansi bisnis perusahaan yang biasanya dilakukan dalam waktu lama
sekarang bisa dilakukan lebih singkat. Demikian pula informasi mengenai
kegiatan kompetitor bisnis juga lebih dapat diketahui secara dini. Aplikasi-aplikasi
sepertiBussiness Intellegence, Dashboard information system dan aplikasi
model Decision Support System telah menjadi kebutuhan dalam membantu
proses pengambilan keputusan.
Pada masa dahulu perusahaan baru bisa
mengetahui kondisi neraca keuangan perusahaan hanya pada akhir tahun pembukuan.
Namun jika kita mengacu pada lingkungan bisnis yang dinamis pada saat ini, akan
sangat terlambat jika laporan keuangan baru bisa diketahui di akhir periode
akuntansi. Jika kondisi keuangan & lingkungan bisnis tidak sesuai rencana
bisnis perusahaan maka rencana bisnis tersebut bisa disesuaikan dengan kondisi
keuangan perusahaan. Untuk bisa mengetahui kondisi perusahaannya harus dilakukan
pengukuran kinerja perusahaan. Tidak mungkin perusahaan tersebut bisa melakukan
akuisi perusahaan lain jika kondisi keuangannya tidak sehat dan juga tidak
mungkin perusahaan tersebut mampu meningkatkan kualitas SDM-nya jika tingkat
turn over pegawainya cukup tinggi.
Jadi bagaimana bisa perusahaan tersebut bisa di manage jika
kondisi perusahaan tersebut tidak bisa di ketahui. You cannot manage it if
you’ don’t measure it, demikian pernyataan pepatah yang menyebutkan pentingnya
untuk mengukur kinerja perusahaan. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana
cara mengukur kinerja ?. Para ahli manajemen kinerja telah mengembangkan
berbagai macam framework sistem pengelolaan kinerja (SPK) untuk perusahaan
antara lainbalanced scorecard, business excellence model, shareholder
value added, activity based costing, cost of quality, competitive
benchmarking dan performance prism. Definisi dari performance
measurement system adalah sekumpulan metrik (terukur dan dapat diukur) yang
menunjukan efektivitas dan efisiensi sebuah pekerjaan (silahkan baca artikel what
is performance management system di sini). Banyaknya framework
yang ada dikarenakan sistem manajemen pengelolaan kinerja terus mengalami
perkembangan dari waktu ke waktu serta dikembangkan oleh banyak pakar. Setiap
model pengukuran kinerja masing-masing menawarkan berbagai macam kelebihan dan
kekurangan serta keunikannya.
Dengan semakin dinamisnya lingkungan bisnis, kebutuhan
terhadap sistem pengelolaan kinerja yang dinamis otomatis juga menjadi
kebutuhan. Sebuah framework sistem pengelolaan kinerja seharusnya merupakan
sistem yang dinamis yang mampu beradaptasi secara fleksible terhadap perubahan lingkungan
bisnis. Ms. Ree Paranjape dari Fakultas Engineering & Information
System, The Australian
National University (ANU) menuliskan beberapa hasil penelitiannya
mengenai kriteria-kriteria performance measurement system yang
dinamis dan hasil evaluasi berbagai macam SPK yang ada terhadap
kriteria-kriteria tersebut. Tujuan penelitiannya sendiri adalah untuk
membangun sebuah sistem pengukuran kinerja baru yang bersifat dinamis terhadap
perubahan bisnis. Penelitian tersebut mengevaluasi sistem pengukuran kinerja
berdasarkan pada faktor tipe pengukuran,aspek, dan dimensinya. Faktor-faktor
tersebut adalah finansial, Customer, keterkaitan terhadap produk/proses (time, quality),
kompetitor, sumber daya (infrastructure), agility/fleksibiltas, learning
& growth/ innovation, Employee/people, Strategy/Vision. Beliau
menyatakan sebuah SPK yang dinamis harus memiliki karakteristik artibut sebagai
berikut:
- Harus mampu memberikan gambaran bisnis yang seimbang (balanced).
- Mampu memberikan pandangan yang ringkas terhadap kinerja organisasi.
- Harus multidimensional
- Komprehensif
- Mampu menyediakan integrasi secara vertikal maupun horizontal
- Teringrasi dengan proses-proses bisnis
- Mampu mengukur hasil serta pemicu kinerja.
- Merupakan sistem yang dinamis
- Mampu memperkaya learning & growth
- Harus konsisten dengan teknik-teknik manajemen dan prakarsa-prakarsa penyempurnaannya.
- Harus lebih bisa dianggap lebih cost effective terhadap isu-isu quantification & automation.
- Harus proaktif
- Harus mudah diimplementasikan.
SEMOGA BERMANFAAT.. :)
0 komentar:
Posting Komentar